The Next Series of "Love Hate"


Ia tertunduk , Ia sadar , sekarang , Ia sudah menyakiti Septian , laki laki yang sebenarnya masih dicintainya , Ia sangat sedih saat Septian memutuskannya , Tapi Ia tidak tau harus bagaimana lagi , Ia memang patut mendapatkan kata kata septian saat itu. Muthia , Muthia , kamu kira aku gak tau apa yang selama ini kamu perbuat ke aku?Cukup aja ya , kamu udah mempermainkan aku yang begitu sayang dan mencintaimu , Mungkin aku akan mencari orang yang lebih baik dari kamu , mulai sekarang . “ Ia ingin sekali menjawab perkataaan septian , menjelaskan , apapun yang septian ingin tanyakan , Tapi , Ia hanya tertunduk , Ia terkejut , Jantungnya berhenti , saat hendak menyuapkan makanan ke mulutnya saat itu , Ia hanya dapat menjawab “Begitu?” , Ia juga melihat Septian saat berada di air mancur itu , orang yang bersamanya waktu itu bukanlah pacar barunya , tapi itu hanya teman rumahnya , Ia dapat melihat jelas betapa Septian ingin sekali menampar dan memukul apa saja saat itu , ia tau Septian , Ia tau laki laki itu , Ia juga tahu , Ia masih mencintai laki laki itu.
      “Muthia !!, muthia !!, apa ada disini yang bernama Muthia?” panggilan itu sontak membangunkannya dari lamunanya. Ia tidak sadar sedari tadi Guru Fisika , memanggil-manggil namanya.
      “I.. iya bu.. hadirr” katanya sambil mengangkat tangan kananya, teman temannya tertawa , hanya beberapa orang yang masih mematung ditempat duduknya , termasuk dia, septian.
      “Dari tadi dipanggil sekarang baru menyahut , Apa kau sedang memikirkan anak yang kau tinggalkan dirumahmu,hah?” Ia jengkel, guru itu seenaknya saja mengatakan bahwa Ia punya anak. Ia ingin kekamar mandi , kalau saja salah satu murid yang berkulit putih , didepan, berkata “Iya, bu , anak si septian hahah :v” Akhlaqul..  Jadi , semua orang sudah tahu hubungannya dengan Septian dulu , Keterlaluan!!. Ia menekuk mukanya , Ia cemberut , menatap Akhlaqul kesal. Lalu , matanya tertuju Pada mata septian yang sedang memandangnya , Dapat Ia tebak , saat itu Septian seperti , marah .
      ‘Bu, permisi , aku mau ketoilet, tiba tiba saja aku ingin muntah” katanya tiba-tiba dengan ekspresi yang dibuat buat.
      “Silahkan cantik , asal kau jangan melamun disana” kata seseorang disamping Akhlaqul .. Habib. “Bukan urusan kalian” jawabnya. Ia pergi dari ruang kelas itu , Menutup pintu kuat-kuat , Lalu berjalan menuju toilet.
      “Baik , kita lanjutkan pelajaran kali ini” terdengar jelass suara Guru yang menjengkelkan tadi saat Ia masih berada pada jarak 10 cm dari pintu kelasnya.
                                          LLLLL

      “Dia kelihataann sangaat aneh, ya, kan septian?” suara Cakra membuat perhatian nya yang semula dari Muthia , akhirnya berpindah kepada cakra , “Ya, aku juga merasa begitu , dari tadi aku juga memperhatikannya , Ia kelihatan sedih sekali , tapi , tentu saja aku tidak tahu kenapa? , apa kau tahu , ?” Cakra menggeleng “tapi tentu saja , ittu tidak akan membuatku jatuh hati lagi padanya” Cakra menatap wajah Septian dengan sedih. “Baiklah , aku tahu itu… septian , masalah kemarin , waktu di kantin , hanya kau saja yang tahu kan?” . “Maksudmu?” potong septian. “Masalah penyakitku. Kemarin , aku sudah periksa ke dokter , dan penyakitku kambuh lagi, katanya” Septian menatap Cakra kasihan , Ia khawatir melihat sahabatnya itu , Tapi , jauh dalam pemikirannya , Cakra tidak sedang sakit saat itu , Ia sedang , cemburuuu, melihat Angel berdua dengannya . “Kenapa kau masih sekolah dan tidak dirawat dirumah sakit saja?” kata septian yang lebih tepatnya mengarah kepada perintah , bukan pertanyaan . “Tidak perlu sep, Akan aku coba selagi aku bisa” Cakra tersenyum , sahabatnya itu begitu tabah dengan penyakitnya. Cakra , andai saja kau sudah berhenti memakan makanan itu , kau pasti sudah sembuh sekarang , pikirnya.

                                    JJJJJ

      “Muthia, aku punya sesuatu untukmu” pekik seorang laki laki bertubuh tinggi kurus dan pipi kurus dengan kulit kuning langsat. Ia menatap laki laki itu , septian , Ia tersenyum , Ia sudah menunggu beberapa lama kehadiran laki laki itu , Dan sekarang , laki laki yang dicaribnya malah mendatanginya.
      “Ada apa?” tanyanya sambil tersenyum menatap septian. Septian membalasnya , tulus . “A..aku ingin mengajakmu kesuatu tempat” tambah Septian sambil menarik lengan muthia. Muthia terkejut , Ia buru buru berkata “Loh? Aku kan belum menjawabnya , kenapa kau menarikku begitu sa….” Kata katanya terpotong saat Ia melihat tempat yang ditunjukkan septian.
      “Kau tidak bercanda kan?” tanyanyan pada Septian yang balik menatapnya bingung saat itu. “Tentu saja, ini semua untukmu” Ia kembali melihat apa yang ada didepannya , Sebuah air mancur berwarna putih yang mengeluarkan derasan air dari 5 saluran , Dikelilingi oleh kebun yang sangat hijau , dengan bunga yang berwarna warni , satu yang menarik perhatiannya saat itu , sebuah taman yang Ia tidak tahu bagaiman septian membuatnya , Sebuah tulisan dengan ukiran bunga , *I LOVE YOU , MUTHIA* . Ia terharu , ternyata orang yang dicintainya justru malah memberikan yang terbaik padanya. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya , sambil tersenyum tidak percaya , Septian menatapnya , lalu berkata “Jadi?” , Ia terkejut , menatap septian sebbentar , lalu menatap kembali kearah taman itu , Ia malu. Sangat malu , “Jadi apa?” tanya Muthia balik. Perlahan , tangannya seperti terangkat , Satu kata yang dapat diucapkannya, hangat. Septian mengenggam kedua tangannya “Kau mau kan? menjadi pacarku?” tanya septian yang tersenyum tulus menatap wajahnya lekat lekat , tatapan yang selama ini belum pernah dilihatnya , dan senyuman yang belum pernah dilihatnya. Ia begitu , bahagia.
      Ia mengangguk , hanya itu yang dapat dilakukannya ,Perlahan ia melihat wajah septian , Septian melepaskan genggamannya , tangannya dimajumundurkannya disamping pinggangnya , sama! septian juga kelihatan bahagia , melebihi bahagianya saat itu. Septian menarik tangan muthia berlari dan saling mengejar satu sama lain sampai…
      “Woy , kamu di dalam ngapain sih? Dari tadi ditunggui kok lama? Lagi BAB? Berapa jam? Ini sudah pergantian les tau” suara seseorang yang mengetuk pintu kamar mandi , membuat Ia sadar , bahwa kenangan dimasa lalu saat Ia ditembak septian , akhirnya menghilang. Ia terlalu lama disini. “I..iya tunggu” jawabnya terbata bata sambil mengapus air matanya dan membuka pintu kamar mandi. “Loh, muthia? Kamu ngapain didalam?, aku kira kamu siapa , maaf ya” , “I..iya tidak apa apa kok hana” jawab Muthia sambil pergi meninggalkan tempat itu. Ia tahu , hana pasti curiga dengan sikapnya yang seperti itu , biasanya Ia berbicara sebentar dengan hana , tapi ini malah sebaliknya. Ia tidak tahu sudah berapa banyak orang yang mengetahui hubungan mereka yang sudah berakhir , mungkin , hanya cakra dan ia sendiri , bersama septian.
                                          JJJJ
     
      Angel menatap pemandangan dari dalam kelas. Mendung , dan sebentar lagi akan hujan , Ia senang hujan , Ia hanya bahagia dalam suatu tempat yang tiap hari selalu didatangi hujan , hujan yang wajar , bukan hujan yang juga disertai petir. Ia bosan didalam kelas , putri dan teman-temannya terus saja membicarakannya , seakan akan , Ia adalah bakteri yang berada dikelas itu. Ia akhirnya menyerah , berjalan keluar dari kelas kemana kaki ingin berjalan “Angel” belum setengah meter dari kelasnya seseorang memanggil namanya , ia seperti mengenal laki laki itu , tapi dimana? , postur tubuh tinggi , kuning langsat, pandangan laki laki itu , matanya sepertii.. “Oh iya, aku lupa , namaku Cakra , aku teman baik septian” terjawab sudah pertanyaan yang sedari tadi berputar dikepalanya. “Iya, aku ingat , ada apa memanggilku?” tanya Angel balik yang dijawab dengan senyuman cakra.
      “Tidak apa-apa , aku hanya….” Kata-kata cakra terpotong saat seseorang menyela pembicaraan mereka. “Angel , bisa bicara sebentar?” Laki laki berkulit agak hitam itu menarik lengannya. “Kurasa , aku akan membicarakannya lain kali saja” tutur cakra sambil berlalu pergi. Angel menatapnya bingung. Ia penasaran apa yang ingin dikatakan cakra , tapi , laki laki ini menarik lengannya.
      “halim? Ada apa kau mengikutiku?” tanya halim pada Angel yang menatapnya dengan perasaan kesal. “Apa kau bilang? Siapa yang mengikutimu, tidak usah sok ya, aku kesini Cuma mau bilang terima kasih” Angel bingung , Ia sangat bingung , apa yang dikatakan anak ini? “terimakasih untuk apa?” tanyanya pada Halim yang senyum senyum sendiri. “Jangan pura pura bodoh nona , kau tadi sudah menolongku waktu aku hampir ditabrak mobil truk” kata Halim menjawab dengan nada serius dan dengan mimik wajah yang serius , lucu sekali.
      “hahaha, oh itu , sebenarnya , Dia ingin menyelamatkan truk itu , supaya truk itu tidak terlambat mengantarkan kelapa sawit , bukan untuk menolongmu hahaaa” tawa Angel hampir meledak saat temannya, Sulis berkata seperti itu sambil tertawa terbahak-bahak dan berlalu pergi. Yang dijawab halim dengan wajah kesalnya . “Iya sama sama, sekarang apa kau membenciku?” tanyanya pada halim yang kembali tersenyum senang. “Tentu saja my princess, bye” Halim berlalu pergi , ia meledakkan tawanya saat semua pasang mata menatapnya. Ia malu , seorang putri menatapnya tajam , berkata “Kau sudah gila , cewek bodoh dan munafik” Ia meredakan tawanya, kembali memasang wajah yang ditekut sedih , Ia melihat putri dan teman-temannya berbalik sambil berkata “huuuuuh” bersamaan. Ia menatap punggung perempuan itu dan memasuki kelas setelah guru berada dibelakangnya.

                                          JJJJJ

      Pulang sekolah , 13.45, baru saja Ia melihat Angel dikelas, sekarang ia sudah tidak terlihat, kemana anak itu? Pikirnya. “Cari siapa?” tanya seseorang bertubuh kurus dengan kacamata yang entah berapa lama sudah menempel dimatanya. “A..aku mencari…” “Cakra???” potong perempuan itu, elizabeth , yang hanya dijawab anggukan oleh Septian yang sebenarnya Ia tidak mencari cakra. “aku melihatnya berbicara dengan Angel, 2 menit yang lalu, disana” kata Elizabeth yang membuat jantung septian berdetak tak menentu. Kebetulan, ia mencari dua duanya , pikirnya dalam hati.
      “Baiklah, aku akan kesana , bye” katanya sambil melambaikan tangannyya kearah elizabeth yang disambut dengan anggukan. Elizabeth , melanjutkan perjalanannya.
Septian berlari sangat kencang saking terburu-burunya , hingga Ia tidak sadar seseorang telah ditabraknya. Kedua tangannya langsung merangkul perempuan yang hampir terjatuh itu , Deg Ia menatap perempuan itu lama , lama , lama sekali yang dijawab tatapan sama oleh perempuan itu .Ia tidak sadar , Ia baru melihat , perempuan yang sangat ia kenal , Muthia , sekarang berada dirangkulannya , lebih tepatnya hampir  dipelukannya.
“Ma… maaf muthia , aku tidak sengaja , aku tadi terburu-buru” kata Septian terbata bata sambil menarik tangannya hati hati sampai Muthia benar benar berdiri, ia memang benci kepada Muthia , tapi itu bukan alasan untuk membencinya juga saat Ia sedih. Seperti biasanya , muthia menatapnya biasa saja , dengan kening yang mengerut dengan wajah yang ditekuk , ia yakin Muthia pasti juga membencinya.
      “Aku yang harus mengucapkan terima kasih” kata Muthia sambil berlalu pergi , Ia melihat sekilas , mata perempuan itu berkaca kaca , walau dari belakang , Septian masih melihat jelas , perempuan itu menguusap air matanya dengan kedua punggung tangannya. Ia melihat ketempat yang ditunjuk elizabeth tadi, Nihil , hasilnya nihiil , tidak ada orang disana. Ia terlambat , mungkin ini memang bukan takdirnya , kenapa tuhan malah mempertemukanku dengan muthia??? Kepalanya menggeleng , ia tidak boleh berfikir seperti itu. Ia pun pergi , menaiki CBR merahnya dan membawanya kerumahnya.                          

JJJJ
To be continue.... 
SULIS RAHMADANI HUTAGALUNG
Just an amateur & study in electrical engineering of North Sumatera

Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter