“ Apa? aku tak melihat.. MUTHIA , sedang
bersama siapa dia? Tanyanya balik pada cakra yang sama sama bingung mentap
pemandangan itu. “Keterlaluan, sudah kubilang dia memang selingkuh
dibelakangku” katanya mantap dengan emosi yang menggebu gebu.
“
Tahan sep, jangan emosi , kita kan
memang sudah tau, jadi tidak perlu lagi menegurnya , lagian dia juga udah pergi
tuh .. keliatan kalo dia terkejut kita ada disini “ kata cakra meredamkan
emosinya.
“ Ah
sudahlah, untuk apa aku masih mengingat wanita itu .. Lagipun , aku sudah
menemukan yang lebih baik dari wanita yang kau banggakan itu cakra” . “Baiklah,
aku minta maaf” potong cakra menyesal.
“
Lebih baik kita pergi saja ya, dari sini , apa kau ada tempat lain cak?” .
“hmmmm” desis cakra. “Baik , aku punya tempat yang lebih baik dari ini” kata
cakra sambil mengetuk2 dagunya . Detik kemudian , Septian pun menarik tangan
cakra .
*****
Ia
berada dikamarnya , memandang hari yang cerah walaupun hatinya tergambar
sebaliknya . Angel , perempuan berkaca mata itu hanya melamun , terdiam ,
hatinya sakit , Ia ingin sekali menjatuhkan air matanya saat itu , tapi tidak
mungkin , karna itu tidak ada gunanya baginya .
“Angel,
salsa datang” suara Bu Ros,ibunya terdengar jelas ditelinganya. Ia lekas lekas
menghapus airr matanya , Ia senang , ssalsa , datang juga . “Iya Ma” pekiknya
kecil. Ia membuka pintu kamarnya dan melihat salsa tengah duduk disofa dan
memakai dress yellow flowernya yang baru dibelinya Minggu kemarin .
“Loh,
sal , ada apa datang kesini ?” kata Angel bersikap seolah olah ia tidak sedang
apa apa. “Aku hanya ingin bicara sebentar denganmu ngel” kata salsa dengan raut
wajah sedih.
“Kamu
, kamu kenapa sal? Apa ada yang menyakitimu?” tanya angel sambil duduk didekat
salsa.
“Tidak
angel , malah aku yang akan menyakitimu” kata salsa sambil menatap wajah angel
lekat lekat. Berharap angel akan mengerti apa yang akan dikatakan salsa.
“Maksudmu?”
kata Angel dengan mata berkaca kaca , sambil memgang punggung tangan salsa.
Tk.
Terdengar suara tetesan air mata salsa. “Ngel, kau tau kan? Aku pernah bilang
bahwa sebentar lagi aku akan pindah kan? , Ya , dan itu akhirnya terjadi juga ,
papaku pindah tugas ke Jakarta. Aku juga disuruh agar cepat2 mengemasi barang ,
bertemu atau pamit pada siapapun yang aku mau , dan ngel , aku tau , kamu pasti
akan sakit sekali , karna orang satu2nya yang tidak membencimu akan pergi
meninggalkanmu” tk,tk,tk hiks hiks hiks,.. tangisan salsa semakin memuncak ,
dan angel pun lama kelamaan menitikkan air mata juga .
“Ngel
, aku harap walau aku sudah pergi , kita masih berhubungan ya, walau aku tidak
dapat bertemu langsung denganmu , aku pasti akan kembali , dan mungkin inilah
saat saat terakhir kita untuk berbicara dan mengobrol . Angel , maaf ya ,
sekarang aku harus pulang dan pergi kebandara . Orangtuaku kemarin sore sudah
datang kesekolah untuk mempermisikan ku. Sekali lagi maaf ya ngel,,” . Angel
hanya diam , menyimak kata kata yang dari tadi disampaikan Salsa , Tangisnya
pecah dan akhirnya Ia memeluk salsa dan menangis dipunggungnya. Mereka adalah
teman , dan itulah saat terakhirkali Ia memeluk salsa, Ia tidak tahu kapan Ia
akan pergi kesana untuk menemui salsa, dan Ia juga tidak tahu , kapan salsa
akan menemuinya. “Angel , ingat ya, diluar sana masih banyak yang ingin berteman
denganmu, Jadi , jangan sedih mybestfriend J”
*****
Ia
sudah akan pergi kesekolah jika saja ia tidak mengingat peristiwa itu lagi ,
peristiwa saat salsa pergi meninggalkannya. Mukanya ditekuk, jalannya pun sudah
tidak bertenaga lagi , berat rasanya pergi ke sekolah dan bertemu dengan
orang-orang yang membencinya . Apalagi, saat ini , salsa tidak berada
disampingnya. Jalanan sepi , seperti biasanya saat Ia berangkat ke sekolah ,
tapi , hanya satu yang hilang , SALSA. Perempuan sekaligus sahabat baiknya yang
biasanya bercanda , ceria , dengan senyumnya yang cantik , manis , Ia begitu
sempurna . Sayang, Dia Tidak Ada Disini. Gumamnya. L.
“Angel”
pekik seseorang dari arah kejauhan. Ia menoleh , melihat , tidak ada orang ,
tidak ada siapapun , Ia seperti mendengar suara salsa, tapi nihil , Ia hanya
berhalusinasi. Angel, kenapa kau
seperti ini , ayo bangkit , semangat , tersenyumlah , Aku hanya pergi sementara
, Aku pasti kembali …. Suara seseorang kembali terdengar ditelinganya . Salsa,
suaranya berada didekat telinganya lagi , salsa, seperti ada disini , pikirnya.
Ia melamun tanpa disadarinya. Ia berjalan , berjalan dan terus berjalan hingga
Ia sampai kesekolah itu lagi , The School that hate
her forever.
L .
*****
“Berani
datang juga tuh anak put” kata Elida sambil melihat kearah Angel. “Lah? Aku
kira , dia itu gakbakal dateng , gara gara sahabatnya pergi ninggalin dia gitu
aja , wkwk :v Kasian banget yah tuh anak Put” tambah Tania sambil menatap Angel
sinis. Putri perlahan bangkit dari bangkunya , dan kemudian berjalan mendekati
Angel , Putri menatap angel lekat lekat dan akhirnya dengan wajah yang cukup
sinis , judes , Ia berkata “Kamu lihat kan? Salsa pergi ninggalin kamu gitu aja
, kamu tau kenapa dia ninggalin kamu? Itu karna kamu itu munafik , nusuk dia
dari belakang , heh , Dia itu selama ini sudah cukup sabar temenan sama kamu ,
dan akhirnya dia bosan juga ternyata , sudah aku tebak , Salsa tidak
benar-benar menyayangimu seperti sahabat, ngerti!” putri memaki nya . Ia hanya
menunduk sedih , ia tidak akan pernah percaya bahwa salsa seperti yang
dikatakan putri tadi . Butuh beribu bukti , baru ia akan percaya.
“Kenapa
diam saja hah? , apa kamu gak percaya , yasudah , terserahmu , dasar cewek
bodoh , aneh , jelek , sekarang rasakan kalau satu kelas ini membencimu , cewek
munafikk !” sindir putri lagi , sambil pergi meninggalkan Angel dan bergabung
dengan teman temannya yang lain.
“Sudah
jangan ribut , ibu guru sudah datang , seorang suara laki laki mengagetkan
mereka berdua , Putri dan teman temannya yang lainn pun duduk tanpa mengganggu angel lagi ketika ibu
menerangkan.
*****
“Sep,
kemarin , aku liat Muthia bersama laki laki itu lagi,” ucap Cakra amembuat
septian pun mengepalkan tangannya. “Bisakah kau tidak membahas soal ini lagi?
Aku benci sama yang namanya Muthia , benci , benci sekali , bodoh sekali aku,
kalau dulu aku pernah mencintainya.” Balas septian dengan emosi yang mengebu
gebu.
“Baik,
aku akan bicara yang lain , hmm , ngomong-ngomong , ada anak murid yang pindah
dari kelas kamu ya?” tanya cakra sambil menyesap minumannya yang sudah dipesan
di Kantin.
“Iya,,
namanya Salsa , tapi , aku gak tau dia pindah kemana , kalau aku gak salah ,
dia pindah ke jakarta.” Jawab septian yang dibalas dengan anggukan Cakra.
“Sep,
apa kau mengenal perempuan itu?” tanya Cakra lagi sambil menatap perempuan
berkacamata dengan rambut sebahu disebelah kanan mereka. “Kenapa?” tanya
septian balik sambil melihat perempuan yang dilihat Cakra.
“
Aku sering melihatnya menangis .. tapi aku tidak tau alasannya apa? Kalau
seandainya dia teman sekelasmu , pasti kau tahu , kenapa dia, yakan? Tapi aku
tidak yakin kau memang mengenalnya..” kata Cakra dengan raut wajah yang serius
sambil sesekali melihat dan mengalihkan pandangannya dari perempuan itu.
Angell.. . pikirnya . “Apa kau
bilang tadi ,, si.. siapa namanya?” tanya cakra bingung. Tanpa disadari kata
kata yang dipikirkan oleh Septian tadi keluar begitu saja sehingga membuat dia
bingung dan akhirnya menjawab dengan datar. “Tidak, aku tidak mengatakan
apa-apa” . Septian tidak ingin siapapun tahu kalau Ia mengenal perempuan itu ,
apalagi Ia tahu , sekarang Ia menyukai Angel. Dan apalagi kalau cakra tahu ,
itu adalah murid sekelasnya.
“Aku
ingin sekali mengenalnya , tapi tidak mungkin , Ia begitu tertutup , Ia punya
banyak masalah, kasihan sekali wanita itu” jelas cakra lagi hingga membuat
Septian muak dengan kata-katanya , jangan jangan Cakra menyukai Angel , Tidak
akan!, pikirnya lagi. “Baik, kau kelihaataaaaan.. menyukainya cakra.” Septian
pun akhirnya menanyakan apa yang diduganya tadi . “Tidak , aku hanya kasihan
padanya , hanya itu tian , aku masih ingin bersama dengan kekasihku yang dulu ,
masih ada beribu hati yang menerimanya dihatiku” kata Cakra hingga membuat
Septian lega.
“Sebentar
, aku harus ketoilet” Kata Cakra sambil berlalu pergi. Septian pun tidak
tinggal diam , Ia hanya mengangguk , lalu didetik kemudian Ia mendekati Angel ,
dan duduk disampingnya.
“Kau
masih mengingat ucapanku kan?” Angel, Ia terkejut sambil sesekali menatap
septian . Ia bingung . mungkin. “U..ucapan a.. apa?” tanya Angel . Ia seperti
mengenalku .. pikir septian.
“That
I never hate you…” kata septian hingga membuat mata Angel terbelalak kaget. Ia
pun menjawab “Ya, aku ingat . I remember that , before my bestfriend salsa go
to leave me” katanya , perempuan berkacamata itu tertunduk dan menitikkan
airmatanya.
“Bertemanlah
denganku , aku akan melindungimu jika ada yang membencimu” kata Septian sambil
memegang tangan Angel. Angel hanya diam , terpaku , membisu dan akhirnya
mengangguk menatap Septian . Septian tersenyum senang dan kembali kekursinya
yang semula, dimana Cakra sudah ada disana. Cakra menatapnya dengan wajah kesal
, marah dan ekspresi tidak menentu , ia tidak tahu , Cakra kenapa?
“Aku
mau pulang sep , perutku sakit , penyakitku kambuh lagi. Mungkin ini karna aku
sering makan mie”. Septian terkejut , ia tahu penyakit temannya itu , Ususs
buntu , itulah yang dipikirkannya , Septian pun akhirnya membawa Cakra ke UKS
dan pergi keruang guru untyuk mencari Guru Piket , agar cakra diizinkan pulang
. “Minum obatlah , Istirahat , jangan banyak bergerak” itulah nasehat guru
Piket kepada Cakra dan akhirnya cakra pun , diantar pulang. Kasihan dia..
***************
Posting Komentar
Posting Komentar