Selama ini , ia selalu
menunggu saat yang tepat untuk
Mengungkapkan perasaan nya , tapi itu makin
membuat nya
Tersiksa ketika orang yang dicintainya telah
tiada.
---- Malam Tahun Baru pun seakan hampa di ------
Telapak tangannya , walau sudah disana , dia
masih berharap
Waktu kembali diulang , sampai ia dapat
memilikinya..
J«J«J
Hujan
hari ini begitu deras , sampai uap asap sedikit demi sedikit keluar dari
mulutnya . “ Kenapa harus sekarang sih ? “ desahnya pada dirinya sendiri. Ia
melirik jam tangannya yang sudah tertutupi oleh embun hujan . 23.25 , begitulah
angka yang tertera di sela sela embun air jam tangannya . Tangannya yang
mengepal menggigil pelan pelan memegang tiang yang berada disampingnya untuk
bersandar. “ Apa ini ? “ teriaknya agak pelan sambil melirik kea rah tangan
kananya. Apa ada orang ? Tapi sejak kapan ? ia kembali menerka nerka di dalam
pikirannya . “ Hai. Kau
mengenalku ? “ sapa seseorang dari belakangnya. Oh , orang yang memegang
tangannya tadi.
“
Hai , Maaf , kau belum pernah kulihat “ balasnya sambil membalikkan badannya
hingga bertatapan langsung dengan mata laki laki itu.
“ Oh? Mau kuantar pulang ?
Kulihat dari tadi kau benar benar gelisah hingga tak henti hentinya melirik jam
tangan mu “ Tanya laki laki itu kepadanya . “Boleh saja “ jawabnya singkat “
Tapi jangan macam macam “ sambil menunjuk laki laki yang sudah membukakan pintu
untuknya .
“ Sudah berapa lama kau
dibelakangku ? “ Tanya nya setelah memasuki mobil laki laki yang belum
dikenalnya itu. “ Barusan “ jawabnya singkat tanpa mengalihkan perhatian dari
arah jalan.
“ Ngomong ngomong , kau ini
siapa ? dan masalah di sana
tadi , aku minta maaf sudah terlihat kasar , hmmmm terima kasih “ katanya
sambil menundukkan kepalanya seakan berbicara pada lantai yang terlihat bersih
dan rapi itu
Kenapa? Kenapa dia tidak menjawab ? ingin
sekali ia menanyakan soal itu , tapi tetap saja untuk ketiga kalinya , jawaban
itu tidak kunjung datang
“ Kau bertanya padaku ? “
tiba tiba suara itu mengalihkan pandangannya dan mulai menatap laki laki itu.
“Siapa lagi ? “ tanyanya datar tapi agak terdengar kesal. “ Tapi dari tadi ,
matamu tidak tertuju kepadaku , aku kira ada seseorang yang kau ajak bicara di
bawahmu , selain aku “ jawabnya datar tanpa merasa bahwa ia bersalah . Tapi sejak
kapan ia melihatku ? Kata kata it uterus bermunculan dibenaknya .
Seakan tau apa yang difikirkannya , laki laki itu menambahkan
“ Sejak tadi , sejak aku melihatmu bertanya
dengan pertanyaan yang sama dan kau tidak melihatku pada saat itu “ jawabnya
lagi , masih dengan nada datar . Hebat ! satu kata yang ingin
dikatakannya pada laki laki itu. Tiiit tiit ,, suara klakson mobil itu
mendengung di telinganya . Kenapa laki laki ini ? batinnya . Oh , sudah sampai
ternyata , tapi kenapa tidak memintanya turun , atau apalah setidaknya jangan
sampai klakson yang berbicara padanya. Sambil mengambil tasnya ia membuka pintu
mobil dan berkata “ Terima Kasih “ . Dengan sedikit tergesa gesa ia turun dari
mobil itu dan menatap lurus ke mata laki laki itu ,
“ Hmmm ,, kau benar
benar tidak mengenalku ya , aku Septian , aku memafkanmu , kau tak perlu
berterima kasih ,, dan kurasa ini cukup untuk menjawab pertanyaanmu, ingatlah
dan jika kau mengingatku aku slalu ada karna aku orang yang sama “ mobil itu
seketika hilang ditelan bayangan , kini hanya beribu pertanyaan yang merasuk
kedalam otaknya
Siapa dia ? Kenapa dia
begitu baik padaku ? Dia menyuruhku mengingat , ingat apa ? Ahhh siapa tadi ? Septian?
Nama yang asing Kau ini siapa sebenarnya ?
Sudah 3 menit dia memikirkan itu di
depan pintu kamarnya .
******
“ Kamu bertemu dia dimana? “ teriakan
salsa tepat pada gendang telinganya.
“ Aku kan sudah bilang , di jalan “ jelasnya
sambil menutup mulut gadis itu
“ Ohh,, abiss aku kaget , kok bisa dia
kenal kamu ? “ Tanya gadis berambut pirang lurus dengan hidung mancung dan
kulit putih itu sambil sesekali melahap mie balapnya .
“ Udah deh , ntar aja aku ceritain,habisin
dulu mie nya “ salsa yang dari tadi sibuk memperhatikan angel mengangguk dan
menghabiskan mie nya dengan cepat karna sudah tidak sabar mendengar jawaban
dari pertanyaannya . Dari kejauhan ia melihat seseorang yang tidak asing
baginya dan sosok itu kemudian mendekat dan laki laki itu berkata “ hai , kau mengenalku “
saat itulah kepalanya berputar
******
Hari ini Septian ingin sekali datang
ke sekolah , tapi saat ini bukan waktu yang tepat karna akan ada seseorang yang
menginginkan sesuatu darinya . Bukan! Bukan Angel tapi Muthia . Huh keluhnya
semakin dalam. Ya , septian menyukai Angel bukan Muthia . Ia begitu sakit
ketika mendapati bahwa muthia bersama orang lain selain dirinya . Sepertinya ia
harus mendapatkan ketenangan agar hatinya kembali pulih . Tapi dimana ?
Sepertinya salah satu jalan agar ia merasa tenang yaitu pergi kesekolah dan
berbicara pada temannya tentang masalahnya .
“ Aku kecewa , sangat malah , coba
saja kalian pikir , perempuan seperti dia berani mempermainkanku , dasar wanita
“ erangnya pada temannya yang berdiri disampingnya di kantin. TIDAK ASING .
gadis itu yang kemarin bersamanya di halte , apa ia harus nekat.
“ Hai Kau mengenalku “ perempuan it
uterus menatapnya tanpa berkedip dan mengetuk ketuk dagu dan pelipisnya untuk
menyakinkan bahwa ia sedang mengingat .
“Septian Kau gila ya ? tentu saja
perempuan ini mengenalmu haha “ salsa tertawa padanya tapi seakan tuli dan bisu
ia tetap menatap angel. Ya itu angel
“ Kau kenal dia ? Tapi sejak kapan sa?
Orang ini yang tadi aku ceritakan padamu , tapi kau tidak peka dengan wajahku “
jawabnya dengan agak kesal. Kenapa dia? Kenapa angel ? semua pertanyaan itu
terselip di benaknya.
“ Kurasa aku harus pergi “ kata kata
itu berat , tapi cukup untuk memberikan keterangan pada angel . Dan tanpa basa
basi septian pergi dari mereka berdua.
*******
BRAK !!
“ Oh kamu , Kita ini udah benci
sama kamu , jadi jangan bikin kita tambah benci ya , kamu tau , yang mau
berteman sama kamu itu Cuma dia . CUMA DIA “ Putri sedikit menekankan kata
terakhir. Cuma
dia
! Keterlaluan
“ Maaf “ pintanya pada putri. “Kita
gak sengaja “ bela salsa pada putri sambil berlalu pergi dan sedikit menyenggol
putri .
Wajah Putri merah padam saat Salsa
menyenggol bahunya dan dengan gerakan sekilas putri membalikkan tubuhnya dan
berjalan cepat kea rah salsa dan angel
“ Cari Masalah ya ..? tanyanya sambil
melirik kea rah mereka “ Please jangan disini , di kelas aja , disana kan banyak teman teman
yang lebih benci sama kamu “ kata putri emosi . Perempuan bertubuh agak kurus
dengan rambut sebahu digerai pas dengan matanya yang agak sipit dan kulitnya
yang langsat .
“ Loh ? bukannya kamu duluan ya yang
nyari masalah put ? kita kan
mau lewat , kenapa kamu halangi kita berdua , seharusnya kamu bisa liat yol ,
siapa yang duluan” kata salsa datar . Angel memandang dengan mata berkaca kaca
melihat sahabatnya bertengkar gara gara ulahnya yang dibenci teman temannya
“ Sudahlah sa, kita ke kelas aja ya “
erai nya disela sela pertengkaran mereka
Dengan sekali anggukan oleh salsa ,
angel langsung menarik lengannya dan pergi meninggalkan Yolanda dan Putri . Bodoh! Hinanya
pada dirinya sendiri. Ia mulai berfikir untuk tidak mau dikelas itu lagi. Ya ,
Pindah . Ia akan berusaha meyakinkan orangtuanya bahwa dikelas itu tidak nyaman
, tidak ada yang suka kepadanya. Salsa yang sedari tadi melihatnya pun menepuk
bahu temannya sambil mengucapkan serentetan kata yang membuat hatinya nyaman.
“ Sabar ngel , aku tau apa yang kamu
rasakan “ katanya pelan pada angel
“ Kamu gak salah kok sa, aku tu
seharusnya tau diri , aku ini udah dibenci sama teman teman masih saja berharap
mereka mau meminta maaf padaku “ mata angel mulai berkaca kaca ketika dia
menyadari bahwa salsa begitu menyayanginya dan peduli padanya . Kadang ia
berharap bahwa ia juga akan mendapatkan perlakuan itu dari temannya yang lain ,
tidak hanya salsa. Kemudian salsa mengajaknya masuk ke kelas bersama teman
teman yang lain . Ya, YANG BENCI KEPADANYA.
********
Di kelas yang cukup mewah dengan cat
dinding berwarna biru muda dan 2 papan tulis yang berbeda , 2 pintu
bersampingan adalah pintu masuk untuk kelas 8 IC . Ventilasi nya yang cukup
terbuka membuat udara di dalam kelas sangat sejuk namun panas bila ditutup .
Air Conditioner yang sudah lama dibeli sengaja tidak dipasang karna murid di
kelas itu lebih menyukai ventilasi terbuka itu . Meja beraturan dengan posisi
duduk 2 berdekatan membuat suasana di kelas itu sangat menyenangkan . Angel dan
Salsa terlihat jelas duduk di bangku paling belakang sambil sesekali bercerita
tentang segalanya .
“ Suer , kamu gak benci sama aku kan ? “ Tanyanya pada
salsa
“ Ya Allah , kamu gak percaya banget
sih , aku gak benci kok sama kamu “ jelas salsa pada angel sambil
memperlihatkan 2 jarinya paling depan sehingga membentuk huruf V.
“ Itukan Cuma salsa , kita enggak ,
belagu banget “ seseorang menyela pembicaraan mereka. Suara yang baru kali ini terdengar
menghina mereka . Oh Tania , wajarlah .
Dengan sedikit tertunduk ia memejamkan matanya agar tangisnya tidak tumpah ,
pelan pelan ia menuliskan dibukunya sesuatu yang tidak pernah terfikirkan
olehnya . Mungkin dia akan membaca tulisannya itu lain kali. Dengan sedikit
terkantuk kantuk ia menutup bukunya tadi dan melihat papan tulis .
********
“ Muthia , siapa orang yang bersamamu
waktu itu ? “ Tanya septian pada muthia yang duduk di kantin bersamanya ketika
ia barusan menyapa angel di kantin yang sama.
“ Bukan siapa siapa “ jawabnya datar .
Muthia , Muthia , kamu kira aku gak
tau apa yang selama ini kamu perbuat ke aku?
Cukup aja ya , kamu udah mempermainkan
aku yang begitu sayang dan mencintaimu ,
Mungkin aku akan mencari orang yang
lebih baik dari kamu , mulai sekarang .
“ Begitu ? “ Tanya muthia padanya .
Tanpa ia sadari kata kata yang ia ucapkan dalam hati tadi keluar dari mulutnya
secara bertubi tubi.
“ YA “ jawabnya yakin dan mantap .
Muthia yang menyesap minumannya menatap mata septian lekat lekat , dan tanpa
memerlukan waktu yang singkat Muthia pergi meninggalkannya dan memberikan
beberapa uang untuk dibayarkan ke Penjaga Restoran . “ Apa ini ? “ tanyanya
pada muthia yang sudah berlalu pergi tanpa mendengarkan apa yang dikatakan
septian padanya . Ini benar benar nekat , tapi aku akan senang hati jika ia
benar benar menganggap omonganku tadi nyata batinnya . Lalu pergi menuju
kelasnya , kelas 8 IC .
“ Siapa ya ? tanyanya pada dirinya sendiri “Tegur saja
dulu”
“ Hai. Ini udah pulang sekolah ya,
kamu itu harusnya udah pergi dari kelas ini “ timpalnya pada perempuan berambut
hitam pendek sebahu dengan kulit hitam dan badan yang sedikit gemuk . “ Maaf “
satu kata yang membuat angel menghapus airmatanya dan pergi meninggalkan
septian yang bingung dan khawatir. Selepas kepergian angel , ia mulai
mengangkat bangku disetiap meja dan membersihkan meja guru serta mengunci pintu.
“ Aww “ pekiknya kecil . Saat mengunci
pintu ada tangan yang mencubitnya dari belakang . Ohh , Salsa. “Ada apa?” tanyanya
“ Sep, kamu liat angel tadi ? soalnya
waktu aku ke toilet dia ada di kelas” jelas salsa sambil mondar mandir di
belakangnya.
“ Udah diusir tuh , kayaknya habis
nangis “ jawabnya datar sambil terus mengunci pintu kelas itu .
“ Kamu ini gimana sih , kejar dong ,
kalo dia kenapa napa gimana ? “ Tanya salsa padanya.
“ Ya udah , intinya kamu mau nyari dia
kan ? ‘ salsa
mengangguk .” Sama , aku juga , jadi gak usah ngomel “ timpal septian sambil
menarik kunci pintu dan menarik lengan salsa mencari angel.
Kursi taman disamping kolam biasanya
ditempati ketika seseorang menangis . Dan memang benar , angel ada disitu. Sudah ku
tebak , dia pasti disitu ,tidak sulit menemukan orang yang sedang menangis batinnya.
“Aku mengerti , masalahmu “ hibur
septian . “Itu makanya kau tadi terburu buru “ katanya sekali lagi sambil
menatap mata angel lekat lekat. Angel menoleh kea rah septian sehingga mereka
bertatapan.
Angel yang sedang menangis langsung
mengusap air matanya seakan tidak terjadi apa apa . “ Sejak kapan kamu disini ?
Bukannya…” kata kata itu langsung dipotong oleh septian.
“ Ya , aku yang memarahimu tadi , dan
aku ketua kelas, ada lagi yang ingin kau tanyakan ? “ belum sempat angel buka
mulut , septian buru buru menambahkan
“ Aku tidak membencimu “ saat itulah
jantung angel berdegup kencang , kenapa laki laki ini ? dia selalu saja membuat
jantungku berdetak lebih cepat ketika bersamanya . Dan , kenapa dia tau apa
yang sedang difikirkannya ? pikir angel .
“Ehm ,, maaf aku sudah terlalu lama
disini , salsa mencarimu “ kata septian terburu buru sambil menunjuk kea rah
salsa. Setelah agak jauh dari tempat angel duduk, septian bertemu salsa. “Udah
ketemu , disana ‘ tunjuk septian kea rah angel . “Dan kalo sampai dia hilang
lagi , dia ada disana , jadi tidak perlu lagi minta bantuan padaku” jawabnya
lantang sambil berlalu pergi dari arah mereka.
Apa yang tadi aku katakan?
kenapa aku mengatakan bahwa aku tidak membencinya
Padahal aku begitu membencinya , karna
dia tidak pernah mau berteman denganku , Ah
Daripada aku memikirkan yang tidak
tidak , lebih baik aku pergi saja darisini.
********
” Siapa orang tadi
sa ? “ tanyanya pada salsa yang bingung sambil melirik kea rah kanan dan kiri .
“ Siapa ? Yang mana ? Dia kenapa ?”
pertanyaan itu membuat angel bingung , karna sahabatnya itu mengajukan
pertanyaan bertubi tubi tanpa ada petunjuk yang dimengertinya .
“ Maksud kamu ? “ Tanya angel
memastikan ucapan dan kata yang didengarnya tadi.
“ Oh , maaf tadi aku terlihat panic ,
orang yang mana ingin kau Tanyakan ? “ Tanya salsa balik . “ Yang tadi
bersamaku “ katanya singkat
“ Aku tidak melihatnya , tapi apakah
kau melihat orang yang tadi berbicara denganku ? Dan dia kenapa ? terlihat
panic tapi datar . aku bingung “ jelas salsa padanya sambil mengerak gerakkan
telapak tangannya ke atas dan mengangkat bahunya.
“ Tapi dia mengenalmu , aku tidak
mengenalnya “ katanya singkat
“ Kau membicarakan orang yang tadi
melewatimu , dan lari waktu bertemuku?” Tanya salsa padanya .
“ ya , ya , ya , “ katanya mantap
tanpa mengalihkan pandangan dari arah temannya itu.
“ Oh, itu ketua kelas kita “ Septian “
katanya menambahkan . Angel yang menatapnya terkejut dan berpikir sejenak lalu
berkata “Sampaikan terima kasihku padanya” . Salsa yang menatapnya terkejut ,
lalu tersenyum , ahh , sepertinya angel tidak bersedih lagi , lihat saja , dari
raut wajahnya yang ceria dari tadi , mungkin setelah bertemu septian tadi pikir
salsa .
“ Aku pergi dulu ya sa “ katanya
semangat dan menyandang kembali tasnya yang dibelakanginya sewaktu duduk tadi.
Salsa yang memandang kepergian Angel tersenyum senang dan pergi meninggalkan
tempat tersebut
********
“ Kau memutuskannya ?” Tanya Cakra
pada septian. “Betul betul bodoh , kau tahu? “ kata cakra menambahkan sambil
menatap wajah septian yang tetap murung menatap kopinya .
“Mau apa lagi cak? Dia juga tidak
memperdulikanku lagi , bahkan ketika aku memutuskannya , dia hanya diam saja ,
keliatan kalo dia tidak memerlukanku lagi” balas septian sambil meneguk sedikit
kopinya.
“Sudah beruntung kau mendapatkannya ,
tapi begitu saja kau putuskan? Aduh, semua orang disekolah ini sangat tergila
gila padanya.” Timpal cakra emosi.
“Tapi kurasa , sekarang aku sudah
melupakannya, senang jika aku terbebas dari kecemburuan itu “ balas septian
sekali lagi sambil membayar uang kopinya ke penjaga cafe . “5000 ya? Nih”
katanya pada penjaga café sambil mengambil kunci keretanya dari penitipan
barang dan menyalakan kereta CBR nya .Ayo naik” suruhnya pada cakra yang masih
terdiam di kursinya . Lalu naik dibelakang septian dan pergi meninggalkan café
itu.
“Sep, kau mau kemana?” Tanya cakra padanya.
“Kemana saja , asal aku bisa lega “ katanya
sambil menancapkan gas dan terus menyusuri jalan yang berkelok kelok .
“Kita disini saja , biasanya disitu adalah
tempat yang bisa membuat perasaan orang itu nyaman” jelas cakra padanya. Tanpa basa basi septian pun menghentikan
keretanya dan menyandarkannya di dekat bangku dibawah pohon yang rindang.
Memang benar, tempat itu indah , sejuk , nyaman , dan seakan bagai disurgatapi
dia lupa menanyakan tempat apa itu. “Tempat apa ini?” tanyanya pada cakra yang
sedang berkeliling berjalan ditepi tiang yang terhubung satu sama lain.
“Entahlah , aku tidak tau , tapi yang pasti
dulu sebelum aku putus dengannya , dia sering sekali mengajakku ke tempat ini,
dan selalu mengelus rambutnya yang terurai dibawah pohon dibangku ini” katanya
sambil menatap mata septian serta sesekali melirik kea rah bangku .
“begitu ya? Lalu air mancur itu?” Tanyanya
sambil menunjuk air mancur yang bercucuran tegak berwarna putih dengan mahkota
emas diatas yang mengelilinya serta tak lupa dengan mesin yang berada di
sampingnya .
“Tempat saat aku dan dia sering foto
bersama dan bercanda bersama, tapii…” kata katanya terpotong saat seseorang
berdiri di depan air mancur itu. “ Kau lihat itu?” tanyanya pada septian yang
keliatan bingung disampingnya.
“ Apa? aku tak melihat.. MUTHIA , sedang
bersama siapa dia? Tanyanya balik pada cakra yang sama sama bingung mentap
pemandangan itu. “Keterlaluan, sudah kubilang dia memang selingkuh
dibelakangku” katanya mantap dengan emosi yang menggebu gebu.
“ Tahan sep, jangan emosi , kita kan memang sudah tau,
jadi tidak perlu lagi menegurnya , lagian dia juga udah pergi tuh .. keliatan
kalo dia terkejut kita ada disini “ kata cakra meredamkan emosinya.
To be continue ...
To be continue ...
Posting Komentar
Posting Komentar